Posts

Memori ingatan

A.       MEMORI INGATAN 1.      Sifat dasar ingatan Para psikolog mendefinisikan ingatan (memory) sebagai penyimpan informasi atau pengalaman seiring dengan berjalannya waktu. Ingatan melalui tiga proses penting : encoding, penyimpanan, dan retriefal. Agar ingatan bekerja, kita harus mengambil informasi (mengodekan apa yang dilihat dan suara pada malam itu), menyimpannya atau mereppresentasikannya dengan cara tertentu ( menyimpannya dalam gudang mental tertentu) dan mengambil kembali untuk tujuan tertentu dimasa yang akan datang (mengingat ketika seseorang bertanya,” jadi, bagaimana kalian berdua berpacaran ?”). Kecuali pada saat menyebabkan ketika ingatan kita tidak bekerja, atau pada situasi ketika orang yang kita kenal mengalami kehilangatan ingatan, kita tidak pernah memikirkan bahwa seluruh hal yang kita katakan atau kerjakan tergantung dari lancarnya kerja ingatan kita. Sistem ingatan manusia sungguh luar biasa ketika ki...

INTELIGENSI

TEORI TRIAKI Salah satu teori kognitif yang terkenal adalah teori triaki inteligensi yang diperkenalkan oleh Robert Sternberg (1988) (triaki itu berarti tiga bagian). sternberg (2004) mendefinisikan inteligensi sebagai “kemamopuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan dalam hidup, berdasarkan definisikeberhasilan yang dimilki sseorang dalam kaitannya dengan konteks sosio-budaya pada lingkungan tersebut orang berada.” Menurut Sternberg, intelgensi terdiri dari tiga aspek, yakni : 1. Inteligensi Komponensial Merujuk pada strategi pemrosesan-informasi yang kita miliki saat kita menggunakaan inteligensi kita untuk memikirkan suatu permasalahan. “Komponen-komponen” ini meliputi : mengenali danmendefinisikan masalah, memilih strategi pemecahan masalah, menguasai dan mengaplikasikan strategi, serta mengevaluasi hasil. Komponen-komponen tersebut digunakan dalam berbagai jenis budaya, hanya saja diaplikasikan pada jenis masalah yang berbeda-beda. Suatu budaya m...

Mukjizat Nabi Musa dan Nabi Ibrahim

1. Mukjizat Nabi Musa as.                  Nabi Musa as. Hidup pada masa Raja Fir’aun yang zalim dan memerintahkan rakyatnya untuk menyembah dia sebagai tuhan. Nabi musa as. melawan Raja Fir’aun dan dibekali oleh Allah swt. dengan tongkatnya yang bisa berubah menjadi ular dan dapat membelah lautan. Nabi Musa as. juga dapat mengeluarkan cahaya yang terang dari kedua tangannya. Kedua mukjizat tersebut diperoleh ketika beliau berada dilembah   bernama   Tuwa atau sering disebut Bukit Tursina.          Dakwah yang dilakukan Nabi Musa as. mendapat tantangan keras dari Raja Fir’aun. Pada saat itu masyarakat sedang gemar melakukan sihir, oleh karenanya Fir’aun menantang Nabi Musa as. untuk beradu sihir. Nani Musa menyanggupi tantangan tersebut dan datang pada hari yang telah ditentukan. Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Musa brupa kekuatan yang bisa menandingi dan ...